MODUL 3

COMMUNICATION



    Perkembangan sistem tertanam (embedded system) menuntut adanya komunikasi yang efektif antar
    perangkat, khususnya pada mikrokontroler. Untuk itu, diperlukan pemahaman mengenai protokol
    komunikasi yang digunakan dalam pertukaran data antara mikrokontroler dengan perangkat lain
    seperti sensor dan aktuator.

    Pada praktikum ini dipelajari tiga protokol komunikasi serial, yaitu UART, SPI, dan I2C, yang
    masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi berbeda. Selain itu, dilakukan implementasi
    langsung menggunakan board STM32 untuk memahami cara kerja komunikasi antar perangkat secara
    nyata.

    a) Memahami cara penggunaan protokol komunikasi UART, SPI, dan I2C pada Development Board
        yang digunakan
    b) Memahami cara penggunaan komponen input dan output yang berkomunikasi secara UART, SPI,
        dan I2C pada Development Board yang digunakan

    1. STM32F103C8

    2. Push Button 

    3. LED

    4. Resistor
    
    5. STM32 NUCLEO-G474RE
        

    6. LDR Sensor

    7. Motor Servo
    8. Fan
    9. OLED
    10. PIR Sensor
        Spesifikasi:
        - Wide range on input voltage varying from 4.V to 12V (+5V recommended)
        - Output voltage is High/Low (3.3V TTL)
        - Can distinguish between object movement and human movement
        - Has to operating modes - Repeatable(H) and Non- Repeatable(H)
        - Cover distance of about 120° and 7 meters
        - Low power consumption of 65mA
        - Operating temperature from -20° to +80° Celsius

    11. Infrared Sensor

    A. UART (Universal Asynchronous Receiver-Transmitter)
         UART (Universal Asynchronous Receiver-Transmitter) adalah bagian perangkat keras komputer
         yang menerjemahkan antara bit-bit paralel data dan bit-bit serial. UART biasanya berupa sirkuit
         terintegrasi yang digunakan untuk komunikasi serial pada komputer atau port serial perangkat
         periperal.

         Cara Kerja Komunikasi UART

    B. I2C (Inter-Intergrated Circuit)
         Inter Integrated Circuit atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah
         menggunakan dua saluran yang didisain khusus untuk mengirim maupun menerima data. Sistem
         I2C terdiri dari saluran SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa informasi data
         antara I2C dengan pengontrolnya.
        
         Cara Kerja Komunikasi I2C
         Pada I2C, data ditransfer dalam bentuk message yang terdiri dari kondisi start, Address Frame,
         R/W bit, ACK/NACK bit, Data Frame 1, Data Frame 2, dan kondisi Stop. Kondisi start dimana
         saat pada SDA beralih dari logika high ke low sebelum SCL. Kondisi stop dimana saat pada SDA
         beralih dari logika low ke high sebelum SCL. 

         R/W bit berfungsi untuk menentukan apakah master mengirim data ke slave atau meminta data
         dari slave. (logika 0 = mengirim data ke slave, logika = meminta data dari slave) ACK/NACK bit
         berfungsi sebagai pemberi kabar jika data frame ataupun address frame telah diterima receiver.

    C. SPI (Series Peripheral Interface)
         Serial Peripheral Interface (SPI) merupakan salah satu mode komunikasi serial synchronous
         berkecepatan tinggi yang dimiliki oleh STM32F407VGT6 dan Raspberry Pi Pico. Komunikasi SPI
         membutuhkan 3 jalur utama yaitu MOSI, MISO, dan SCK, serta jalur tambahan SS/CS. Melalui
         komunikasi ini, data dapat saling dikirimkan baik antara mikrokontroler maupun antara
         mikrokontroler dengan perangkat periferal lainnya.
         • MOSI (Master Output Slave Input) 
            Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin MOSI berfungsi sebagai output. Sebaliknya, jika
            dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MOSI berfungsi sebagai input. 
         • MISO (Master Input Slave Output) 
            Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin MISO berfungsi sebagai input. Sebaliknya, jika
            dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MISO berfungsi sebagai output
         • SCLK (Serial Clock) 
            Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin SCLK bertindak sebagai output untuk memberikan
            sinyal clock ke slave. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin SCLK berfungsi
            sebagai input untuk menerima sinyal clock dari master. 
         • SS/CS (Slave Select/Chip Select) 
            Jalur ini digunakan oleh master untuk memilih slave yang akan dikomunikasikan. Pin SS/CS
            harus dalam keadaan aktif (umumnya logika rendah) agar komunikasi dengan slave dapat
            berlangsung 

         Cara Kerja Komunikasi SPI
         Sinyal clock dialirkan dari master ke slave yang berfungsi untuk sinkronisasi. Master dapat
         memilih slave mana yang akan dikirimkan data melalui slave select, kemudian data dikirimkan
         dari master ke slave melalui MOSI. Jika master butuh respon data maka slave akan mentransfer
         data ke master melalui MISO

    D. STM32 NUCLEO-G474RE
         STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis
         mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini
         dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem
         tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 NucleoG474RE
         mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna
         dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan. Adapun
         spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:

        Bagian-bagian pendukung STM32 NUCLEO G474RE
        1. RAM (Random Access Memory)
            RAM (Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai memori
            sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler STM32G474RET6
            memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan variabel, buffer data, stack,
            dan heap.
        2. Memori Flash Eksternal
            STM32 NUCLEO-G474RE tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh program dan 
            data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler STM32G474RET6 dengan
            kapasitas 512 KB. Memori flash ini bersifat non-volatile, sehingga data dan program tetap
            tersimpan meskipun catu daya dimatikan. 
        3. Crystal Oscillator 
            STM32 NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal) sebagai
            sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board dapat
            beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi sebagai sumber waktu
            untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan seluruh peripheral. 
        4. Regulator Tegangan 
            Untuk memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.
        5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output): 
            Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka input dan output
            digital yang fleksibel 

    E. STM32F103C8
         STM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh
         STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam
         karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai
         protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat
         diprogram menggunakan berbagai metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial
         Wire Debug) atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun
         spesifikasi dari STM32F4 yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

        Bagian-bagian pendukung STM32F103C8:
        1. RAM (Random Access Memory)
            STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan
            mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara selama eksekusi
            program.
        2. Memori Flash Internal
            STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan
            untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan penyimpanan
            kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal.
        3. Crystal Oscillator
            STM32F103C8 menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan
            PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil ini penting
            untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen lainnya.
        4. Regulator Tegangan
            STM32F103C8 memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya
            stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V hingga 3.6V.
        5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output)
            STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan
            berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi dengan antarmuka
            seperti UART, SPI, dan I²C.

Komentar

Postingan populer dari blog ini